Manusia dan Penderitaan

 

Manusia dan Penderitaan

 

Allah telah memberikan kita banyak sekali kenikmatan duniawi. Banyak sekali sampai-sampai tidak cukup untuk kita katakan. Allah menciptakan segala sesuatu secara berpasangan. Sepasang mata, sepasang telinga, sepasang tangan, sepasang kaki dll. Untuk masalah jodoh pun demikian. Allah telah menciptakan hambanya secara berpasangan dengan lawan jenisnya. Untuk menemukan jodoh kita, kita harus berusaha, tidak hanya dengan diam. Menurut para remaja, memiliki seorang kekasih adalah langkah sebelum kita menemouh jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu pernikahan. Banyak orang yang bahagia ketika berpacaran. Namun, tidak semua orang yang berpacaran berbahagia. Banyak juga yang mengalami hal sebaliknya.

Di video yang ada di bawah artikel ini, menunjukkan suatu hal yang bertolak belakang dengan apa yang selama ini kita bayangkan. Diceritakan di dalam video ini, ada seorang mahasiswi. Dia memiliki seorang kekasih bernama Raka. Gadis  ini bekerja selagi menempuh pendidikan di salah satu Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia. Awalnya, Raka adalah orang yang menyenangkan. Namun, lama kelamaan Raka telah menunjukkan sifat aslinya. Dia adalah orang yang ringan tangan. Gampang sekali untuk melakukan kekerasan. Dia juga adalah seorang pacar yang sangat over-protective. Dia tidak membolehkan sang gadis untuk berhubungan dengan laki-laki lain, meskipun hanya sebatas teman. Dan, sang gadis pun sering mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari sang pacar.

Sungguh miris ketika kita melihat peristiwa seperti itu. Dimana mereka belum mencapai jenjang yang lebih tinggi saja, sang gadis sudah mendapat perlakuan seperti itu. Bagaimana jika mereka sudah berumah tangga. Kekejaman apalagi yang akan dilakukan oleh sang pria. Allah menciptakan laki-laki dengan fisik yang lebih kuat dibandingkan dengan wanita. Seharusnya, kekuatan yang berlebih ini digunakan untuk hal-hal yang positif, bukan untuk menganiaya pihak yang lemah. Perempuan harus mendapatkan bekal bela diri untuk melindungi dirinya. Karena dari banyak peristiwa, korban yang mengalami penyiksaan seperti ini, rata-rata tidak memiliki bekal bela diri yang cukup.

Dari carita diatas juga disebutkan bahwa faktor keluarga sangat menentukan kelakuan seseorang kedepannya. Raka hidup dalam keluarga yang kasar. Sang ayah suka berkata kasar dan ringan tangan ketika marah akan sesuatu. Tentu anak adalah peniru yang sangat handal dan dapat merekam apa-apa saja yang terjadi disekelilingnya. Jadi, kita harus mencontohkan hal-hal yang positif kepada anak-anak kita dan seminimal mungkin kita tidak menggunakan kekerasan ketika ada masalah. Karena itu sangat merugikan orang yang menjadi korban dari kekerasa yang kita lakukan.

KDRT tidak pantas dilakukan dalam berinteraksi

 

Sumber video :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s