ISD Minggu ke 2

13. Pengertian Kebudayaan

            Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskertayaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

             Jadi, Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

 14. Unsur-unsur Kebudayaan

1)Bahasa

            Alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain.

 2) Sistem Pengetahuan

Segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan.

3) Organisasi Sosial

Perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat , baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum , yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara.

4) Sistem Peralatan Hidup & Teknologi

            Suatu ide yang digunakan manusia untuk menghasilkan suatu produk dengan menggunakan alat.

5) Sistem Mata Pencaharian

            Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja, di antaranya:

  1. Berburu dan meramu
  2. Beternak
  3. Bercocok tanam di ladang
  4. Menangkap ikan

6) Sistem Religi

Kepercayaan dianut oleh seseorang dari lahir hingga ia meninggal dunia.

7) Kesenian

Hasil cipta karya manusia yang memiliki nilai keindahan didalamnya.

15. Wujud Kebudayaan

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.

1.Gagasan (Wujud Ideal)

Kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat.

2. Aktivitas ( Tindakan )

Wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.

3. Artefak ( Karya )

Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan.

16. Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan

Seperti yang kita ketahui, perkembangan budaya indonesia salalu saja naik dan turun. Pada awalnya, indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk indonesia sendiri, tetapi sekarang-sekarang ini budaya indonesia agak menurun dari sosialisasi penduduk kini telah banyak yang melupakan apa itu budaya Indonesia. Semakin majunya arus globalisasi rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, dan ini sangat berdampak tidak baik bagi masyarakat asli Indonesia. Terlalu banyaknya kehidupan asing yang masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah berkembang menjadi masyarakat modern.. namun akhir-akhir ini indonesia semakin gencar membudidayakan sebagian budaya indonesia, buktinya, masyarakat luar lebih mengenal budaya indonesia dibandingkan masyarakat indonesia.

Sebagai contoh adalah batik hasil dari budaya indonesia, batik tersebut belakangan ini termasuk bahan-bahan yang diminati oleh masyarakat luar. Muncul trend ini dikarenakan batik telah diresmikan bahwa batik tersebut telah ditetapkan oleh UNESCO pada hari jumat tanggal 02 oktober 2009 sebagai warisan budaya indonesia, dan hari itulah ditetapkannya sebagai hari batik nasional.

Ada sejumlah kekuatan yang mendorong terjadinya perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Secara kategorikal ada 2 kekuatan yang mmicu perubahan sosial, Petama, adalah kekuatan dari dalam masyarakat sendiri (internal factor), seperti pergantian generasi dan berbagai penemuan dan rekayasa setempat. Kedua, adalah kekuatan dari luar masyarakat (external factor), seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture contact) secara langsung maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan lingkungan hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka .

Didalam budaya seni, indonesia mempunyai kemajuan. khususnya Tarian tradisional telah mengalami kemajuan yang cukup baik dan telah meranjak ke internasional. Akan tetapi ada beberapa bagian dari budaya indonesia yang di klaim oleh negara lain.

17. Norma Menurut Kekuatannya

1. Cara ( Usage)

Norma yang menunjuk kepada suatu bentuk perbuatan dengan sanksi yang sangat ringan terhadap pelanggarnya.

2. Kebiasaan ( folkways )

Kebiasaan yang sudah mentradisi. Sanksinya berupa teguran,sindiran, atau gunjingan.

3. Tata Kelakuan ( mores )

            Norma yang bersumber kepada filsafat, ajaran agama, atau ideologi yang dianut oleh masyarakat. Pelanggarnya disebut penjahat.

4.Adat istiadat ( customs )

            Norma yang tidak tertulis, namun sangat kuat mengikat. Sanksi bagi pelanggarnya berupa pengucilan, dikeluarkan dari masyarakat, dan sebagainya.

5.Hukum ( laws )

            Norma yang bersifat formal dan merupakan aturan tertulis. Sanksi terhadap pelanggarnya paling tegas di antara norma-norma yang lain.

18. Contoh Norma yang ada di Masyarakat

1) Cara                        : Cara makan orang Asia Timur dengan sumpit, sedangkan Indonesia                                    dengan tangan.

2) Kebiasaan               : Memakai baju bagus saat pesta, berjalan kaki di ruas kiri jalan.

3) Tata Kelakuan         : Larangan kawin in-cest, larangan bugil di depan umum.

4) Adat istiadat           : Hukum waris sesuai adat tertentu, hukum perkawinan.

5) Agama                    : Larangan berzinah, wajib mengerjakan sholat 5 waktu.

6) Kesusilaan               : Larangan berpelukan di depan umum.

7) Kesopanan              : Jangan meludah disembarang tempat,berbicara harus sopan.

 

 19. 8 Pranata Sosial yang Ada di Masyarakat

Dr. Koentjaraningrat  membagi lembaga sosial/pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam  yaitu :

  1. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan atau domestic institutions
  2. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup ( economic institutions)
  3. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (scientific institution)
  4. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan (educational institutions)
  5. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah, menyatakan rasa keindahan dan rekreasi (aesthetic anda recreational institutions)
  6. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau alam gaib (religius institutions)
  7. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara (political institutios)
  8. Pranata yang bertujuan mengurus kebutuhan jasmaniah manusia (cosmetic institutions)

@ Opinion :

Budaya akan selalu terus berubah seiring dengan perkembangan zaman. Namun, perubahan itu harus kita warnai dengan hal-hal yang positif. Kita sebagai orang Indonesia terlalu terpaku oleh budaya barat. Seharusnya kita tetap melestarikan budaya kita. Jika ingin meniru gaya orang barat, harus difiltrasi terlebih dahulu sesuai dengan norma-norma yang ada di negara kita. Lebih bagus lagi kalau kita bisa membuat budaya kita terkenal diseluruh dunia. Itulah tugas kita sebagai generasi penerus bangsa.

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya

http://lorentfebrian.wordpress.com/perkembangan-budaya-di-indonesia/

journal.mercubuana.ac.id/data/ISD-2.doc

Doddy Muhammad, Sriyanto. 2009. Menguasai IPS SNMPTN SISTEM KEBUT SEMALAM. Jakarta : Penerbit Semesta Media.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s